Sap Nyasap,Bawaslu Kota Probolinggo hadir di MAN 2, Dorong Pemilih Pemula Berintegritas
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) - Menyiapkan generasi muda menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. Hal tersebut menjadi perhatian Bawaslu Kota Probolinggo melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi melalui Sosialisasi Kepemiluan dan Pengawasan Partisipatif tentang Penguatan Nilai-Nilai Demokrasi dan Pemilih Pemula Berintegritas di MAN 2 Kota Probolinggo melalui Jargon Sap Nyasap nya, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Kota Probolinggo, Jalan Soekarno Hatta Nomor 255, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, tersebut diikuti sebanyak 283 peserta. Kegiatan dipimpin Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Putut Gunawarman Fitrianta, bersama staf Bawaslu Kota Probolinggo Gigatara Arif, Sapik, dan Fajar Dwi Yunanda.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kota Probolinggo memperkuat pendidikan politik dan pengawasan partisipatif, khususnya kepada kelompok pelajar yang akan memasuki usia sebagai pemilih pemula pada Pemilu 2029. Bawaslu memandang bahwa penguatan kesadaran demokrasi perlu dilakukan sejak dini agar generasi muda tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, tetapi juga memiliki keberanian untuk ikut mengawal proses demokrasi.
Dalam kegiatan tersebut, Putut Gunawarman Fitrianta menekankan pentingnya membangun kesadaran demokrasi di kalangan pelajar.
”Pentingnya pelajar memahami demokrasi dan mempersiapkan diri sebagai pemilih pemula pada Pemilu 2029,” ujar Putut.
Menurutnya, kualitas demokrasi tidak semata-mata ditentukan oleh penyelenggara pemilu. Partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, menjadi bagian penting dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Hal tersebut juga menjadi bagian dari materi yang disampaikan kepada para peserta.
Momentum tersebut menjadi contoh nyata bahwa nilai-nilai demokrasi dapat dipelajari dan dipraktikkan sejak dari lingkungan sekolah. Para pelajar tidak hanya mendapatkan teori mengenai demokrasi, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses pemilihan dilaksanakan di lingkungan mereka.
“Kaitan pemilihan MPK/OSIM dengan praktik demokrasi di sekolah dan pentingnya menjadikannya sebagai pembelajaran bagi pelajar],” kata Putut.
Dalam sosialisasi, Bawaslu juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Para pemilih pemula didorong agar menentukan pilihan berdasarkan hati nurani, visi, misi, program kerja, dan rekam jejak calon, bukan karena tekanan, ajakan, ataupun kepentingan pihak tertentu. Setiap suara dinilai memiliki arti penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
Bawaslu mengingatkan agar pemilih pemula berani menolak segala bentuk pemberian yang bertujuan memengaruhi pilihan politik. Politik uang tidak hanya bertentangan dengan prinsip pemilu yang jujur dan adil, tetapi juga dapat merusak kualitas demokrasi dan berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Ajakan kepada pemilih pemula untuk menolak politik uang dan tidak menukar suara dengan pemberian apa pun,” tegas Putut.
Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memverifikasi informasi, mengenali sumber informasi yang kredibel, serta mewaspadai hoaks, disinformasi, dan kampanye hitam yang berpotensi memengaruhi pilihan politik masyarakat secara tidak sehat.
“Pentingnya pelajar menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, terutama menjelang Pemilu 2029,” jelas Putut.
Para peserta didorong untuk memiliki keberanian berpartisipasi dalam menjaga kualitas demokrasi dan melaporkan dugaan pelanggaran pemilu apabila menemukan adanya pelanggaran di lingkungan sekitar melalui mekanisme yang telah disediakan Bawaslu.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah pertanyaan disampaikan kepada narasumber, menunjukkan ketertarikan pelajar terhadap isu demokrasi, kepemiluan, serta peran mereka sebagai pemilih pemula.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu berharap pelajar MAN 2 Kota Probolinggo dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan aktif mengawal demokrasi.
Ia berharap sosialisasi kepemiluan dan pendidikan politik bagi pelajar dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya satu kali, tetapi juga kembali dilaksanakan menjelang pelaksanaan pemilu.
Bawaslu Kota Probolinggo memastikan kegiatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif akan terus diperluas kepada berbagai elemen masyarakat, khususnya pelajar dan pemilih pemula. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat konsolidasi demokrasi di Kota Probolinggo.
Melalui pendidikan politik sejak dini, Bawaslu Kota Probolinggo berharap generasi muda tidak hanya hadir sebagai pemilih pada Pemilu 2029, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Fajar/Humas)
Penulis: Fajar
Editor: Ivone