Johan: Bersama Aisyiyah, Perkuat Partisipasi Masyarakat
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) Bawaslu Kota Probolinggo dan Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kota Probolinggo resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Sumber Daya dalam Pendidikan Politik, Demokrasi, serta Pengawasan Partisipatif, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung di TK ABA VI Aisyiyah Kota Probolinggo dan dirangkaikan dengan agenda Baitul Arqam Camp 2026 dengan tema “Membentuk Kader Pendidik dan Tenaga Kependidikan Aisyiyah yang Profesional, Berkarakter dan Berkemajuan.”
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kota Probolinggo Johan Dwi Angga beserta jajaran, Ketua PD Aisyiyah Kota Probolinggo Dra. Endang Dewi Fatmawati, Pimpinan Daerah Aisyiyah Wilayah Jawa Timur Asmawati, serta para peserta Baitul Arqam Camp. Dari jumlah peserta yang direncanakan sebanyak 50 orang, jumlah peserta yang hadir pada kegiatan tersebut melebihi jumlah yang telah ditentukan.
Dalam sambutannya, Ketua PD Aisyiyah Kota Probolinggo, Dra. Endang Dewi Fatmawati, menyampaikan bahwa Aisyiyah terus berkomitmen menjalankan risalah berkemajuan dengan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak. Menurutnya, semangat inklusivitas menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Aisyiyah yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen bersifat inklusi dan akan bekerja sama dengan banyak pihak dalam rangka mewujudkan Aisyiyah berkemajuan. Kami tidak menutup diri dengan berbagai kalangan,” ujar Endang sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan bahwa penandatanganan MoU dengan Bawaslu Kota Probolinggo merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, khususnya program pendidikan pengawas partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Kota Probolinggo. Dalam program tersebut, PD Aisyiyah turut mendelegasikan dua kader untuk mengikuti kegiatan, yaitu Ibu Lia dan Ibu Puji. Salah satu di antaranya merupakan Kepala Sekolah TK ABA VI Aisyiyah Kota Probolinggo.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan Aisyiyah dalam bidang pendidikan politik, demokrasi, serta pengawasan partisipatif.
“Melalui MoU ini, kita sepakat untuk menyatukan kekuatan dan memanfaatkan seluruh sumber daya yang kita miliki,” kata Johan.
Johan menambahkan, kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi akan ditindaklanjuti melalui kegiatan sosialisasi. Dua kader PD Aisyiyah yang telah mengikuti program pendidikan pengawas partisipatif diharapkan dapat menjadi pelopor partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
“Dua kader kami dari PD Aisyiyah, yaitu Ibu Lia dan Ibu Puji, nantinya menjadi pelopor partisipasi masyarakat selama tahapan Pemilu berlangsung. Program ini akan terus berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Johan, tahapan Pemilu 2029 akan mulai dipersiapkan pada 2027. Karena itu, penguatan partisipasi masyarakat sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama terhadap pengawasan penyelenggaraan Pemilu.
Bawaslu Kota Probolinggo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PD Aisyiyah Kota Probolinggo atas kesediaan dan komitmennya untuk membangun kerja sama. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas pendidikan politik kepada masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu secara berkelanjutan. (Ivone/Humas)
Penulis: Ivone