Alumni Kader P2P Diajak Bergerak, Bawaslu Kota Probolinggo Dorong Karang Taruna Aktif Edukasi Masyarakat
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) – Bawaslu Kota Probolinggo terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif melalui pelibatan alumni Kader Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 kelompok Karang Taruna. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan yang digelar pada Senin (19/10/2026), pukul 19.00 di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Kegiatan dibuka oleh Putut Gunawarman Fitrianta, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Probolinggo. Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan sosialisasi pendidikan pemilih serta strategi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam tahapan Pemilu.
Dalam pembahasannya, Putut menekankan pentingnya peran aktif kader untuk menyebarluaskan informasi kepemiluan melalui lingkungan organisasi dan kelompok masyarakat. Kader juga didorong menggali pandangan serta harapan organisasi terhadap pelaksanaan tahapan Pemilu, sekaligus mengidentifikasi apakah pembahasan mengenai Pemilu telah dilakukan di lingkungan masing-masing.
Sebagai langkah tindak lanjut, para kader diminta memilih satu dari delapan tema materi sosialisasi yang telah disiapkan Bawaslu Kota Probolinggo. Materi tersebut selanjutnya dipelajari dan dipahami agar dapat disampaikan kepada masyarakat secara tepat. Apabila terdapat materi yang belum dipahami, kader dapat berkonsultasi dengan Bawaslu Kota Probolinggo.
“Materi sosialisasi sudah disiapkan oleh Bawaslu Kota Probolinggo. Kami mendorong setiap kader untuk memilih satu tema, mempelajarinya dengan baik, dan apabila ada hal yang belum dipahami, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Bawaslu agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tepat dan mudah dipahami.”jelas Putut sapaan akrabnya.
Selain melalui organisasi masyarakat, sosialisasi pendidikan pemilih juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan kegiatan di lingkungan sekolah, seperti pertemuan orang tua siswa maupun pembagian materi secara langsung kepada orang tua yang sedang menjemput anaknya. Strategi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi kepemiluan, khususnya kepada masyarakat yang belum banyak memperoleh edukasi mengenai Pemilu.
Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan pihak di luar Bawaslu dalam pelaksanaan sosialisasi. Melalui kolaborasi dengan organisasi masyarakat dan kelompok lainnya, kader diharapkan mampu menjalankan kegiatan secara mandiri, mendokumentasikan hasil diskusi, serta melakukan evaluasi sebagai bahan pengembangan kegiatan berikutnya.
Melalui pertemuan alumni Kader P2P kelompok Karang Taruna ini, Bawaslu Kota Probolinggo berharap para kader semakin aktif mengambil peran dalam pendidikan pemilih dan pengawasan partisipatif. Dengan penyebarluasan informasi yang terarah dan berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya partisipasi dalam Pemilu serta turut mewujudkan proses demokrasi yang berkualitas. (Ivone/Humas)
Sumber: Winda
Penulis: Ivone