Putut: Demokrasi Bukan Milik Segelintir Orang, Pelajar Juga Punya Potensi!
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) – Bawaslu Kota Probolinggo mematangkan persiapan program Kader Demokrasi yang diagendakan pada 21 Oktober 2026 mendatang. Melalui Rapat ini berbagai persiapan Public Speaking, Leadership, dan Simulasi Debat dibahas yang digelar di Kantor Bawaslu Kota Probolinggo, Rabu (14/10/2026). Rapat dipimpin oleh Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Putut Gunawarman Fitrianta, serta dihadiri Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kota Probolinggo, Aris Rachmanto, dan Anggota KPU Kota Probolinggo, Mat Rosit.
Dalam rapat tersebut, Putut Gunawarman Fitrianta menekankan pentingnya pendidikan demokrasi yang inklusif dan memberikan kesempatan kepada seluruh pelajar untuk mengembangkan potensinya. Ia secara khusus menyoroti perlunya melibatkan siswa baik sekolah dalam naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Kementerian Agama dan Dinas Sosial PPPA, agar mereka juga mendapatkan ruang untuk belajar, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat mengenai demokrasi.
“Seluruh Pelajar harus difasilitasi. Mereka punya potensi pengetahuan dan kemampuan berargumentasi tentang demokrasi,” tegas Putut.
Putut menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melibatkan 57 peserta yang akan dibagi menjadi lima kelompok. Melalui simulasi debat, peserta akan mendiskusikan persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar, seperti pemilih dan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar melatih keberanian berbicara, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan argumentasi secara bertanggung jawab.
“Dengan jumlah peserta 57 orang, kita bagi menjadi beberapa kelompok. Isu yang dibahas juga harus dekat dengan kehidupan mereka, seperti persoalan pemilih dan penggunaan AI di sekolah, tetapi tetap dalam lingkup demokrasi,” jelasnya.
Ia juga berharap peserta tidak hanya berani menyampaikan pendapat, tetapi mampu menjaga kualitas argumentasi dengan memahami persoalan secara benar. Karena itu, pelajar didorong untuk berkonsultasi dengan Bawaslu atau KPU apabila membutuhkan penjelasan mengenai isu demokrasi dan kepemiluan.
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kota Probolinggo, Aris Rachmanto, menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan Kader Demokrasi dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/10/2026) di Kantor Bakesbangpol Kota Probolinggo dengan menghadirkan narasumber dari Bawaslu dan KPU Kota Probolinggo.
“Kegiatan Kader Demokrasi diagendakan pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan menghadirkan narasumber dari KPU dan Bawaslu. Pelaksanaannya direncanakan bertempat di Bakesbangpol Kota Probolinggo,” ujar Aris.
Ia menjelaskan bahwa peserta berasal dari 21 sekolah yang telah ditetapkan melalui surat keputusan (SK), ditambah sekolah lain yang memiliki ketertarikan terhadap program tersebut. Dengan demikian, jumlah peserta yang dipersiapkan mencapai 57 orang. Selain itu, persiapan pembentukan Kader Demokrasi tahun 2027 akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lebih lanjut dengan pihak sekolah, guru, dan siswa, termasuk pembahasan lokasi kegiatan.
Dari unsur KPU Kota Probolinggo, Anggota KPU Mat Rosit turut hadir dalam koordinasi untuk mendukung persiapan kegiatan bersama Bawaslu dan Bakesbangpol. Dalam pembagian materi, KPU dijadwalkan memberikan materi leadership yang direncanakan dibawakan oleh Ketua KPU Kota Probolinggo, Radfan Faisal, sedangkan materi public speaking akan disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga.
Secara teknis, staf Bawaslu Kota Probolinggo, Gigatara, memaparkan mekanisme pelaksanaan simulasi debat. Sebanyak 57 peserta direncanakan dibagi menjadi lima kelompok. Setelah berdiskusi, setiap kelompok akan mempresentasikan hasil pembahasannya dengan menyampaikan opini maupun sanggahan terhadap pendapat kelompok lain. Simulasi juga akan melibatkan pembagian peran, seperti calon wali kota dan calon wakil wali kota, untuk memberikan pengalaman praktik kepada peserta.
Melalui koordinasi ini, Bawaslu Kota Probolinggo bersama KPU dan Bakesbangpol berupaya mempersiapkan program Kader Demokrasi yang mampu meningkatkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan berpikir kritis para pelajar. Program ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang inklusif, sehingga generasi muda dapat berani menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan pendapat, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi. (Ivone/Humas)
Penulis: Ivone