Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Probolinggo Edukasi Pemilih Pemula, Tanamkan Nilai Integritas kepada Pelajar SMK Raudlatul Muta'allimien

Ade Nur Wahyudi saat beri edukasi kepemiluan di SMK Raudlatul Muta'allimien pada Rabu (15/7/2026)

Ade Nur Wahyudi saat beri edukasi kepemiluan di SMK Raudlatul Muta'allimien pada Rabu (15/7/2026)

Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) - Dalam upaya meningkatkan kesadaran politik dan mendorong lahirnya pemilih pemula yang cerdas serta berintegritas, Bawaslu Kota Probolinggo menggelar kegiatan Sosialisasi Kepemiluan dan Pengawasan Partisipatif bagi pelajar SMK Raudlatul Muta'allimien, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jl. Mastrip Gg. Pesantren No. 119, Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ini dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Ade Nurwahyudi, didampingi oleh staf Bawaslu Kota Probolinggo, yakni Bayu Wijanarko, Annas Asuchi Dayatullah, dan Fajar Dwi Yunanda. Sosialisasi ini diikuti oleh para pelajar yang diproyeksikan menjadi pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2029.

Dalam paparannya, Ade Nurwahyudi menyampaikan bahwa generasi muda memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, pelajar perlu memahami proses kepemiluan sejak dini agar mampu menggunakan hak pilih secara bijaksana ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

"Masa depan demokrasi Indonesia berada di tangan generasi muda. Karena itu, gunakan hak pilih berdasarkan hati nurani, kenali visi dan misi calon, serta jangan mudah dipengaruhi oleh pihak lain," ujar Ade

Ia menjelaskan bahwa setiap suara memiliki nilai penting dalam menentukan pemimpin bangsa. Pemilih pemula diharapkan mampu memilih berdasarkan rekam jejak, visi, misi, serta program kerja calon, bukan karena ajakan, tekanan, maupun pemberian tertentu.

Selain itu, Ade Nurwahyudi memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses demokrasi. Salah satu bentuknya adalah dengan menolak praktik politik uang (money politics) yang masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pemilu.

"Jangan pernah menerima uang atau barang untuk memengaruhi pilihan. Politik uang merupakan pelanggaran yang dapat merusak kualitas demokrasi. Jika menemukan dugaan pelanggaran, jangan ragu untuk melaporkannya kepada Bawaslu," tegasnya.

Tidak hanya itu, para peserta juga diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Di era digital saat ini, pemilih pemula harus mampu memilah informasi, memverifikasi kebenaran berita, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

Sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif, Bawaslu Kota Probolinggo juga mengajak para pelajar untuk berperan aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi di lingkungan masing-masing. Melalui partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan penyelenggaraan pemilu dapat berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan mengenai pelaksanaan visi dan misi calon terpilih serta pengertian kampanye hitam (black campaign). Seluruh pertanyaan dijawab secara komunikatif oleh narasumber sehingga menambah pemahaman peserta mengenai penyelenggaraan pemilu yang demokratis.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Probolinggo berharap para pelajar tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas ketika memasuki usia memilih, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang turut menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif.

SMK Muthaaliem

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, staf Bawaslu Kota Probolinggo, dewan guru, dan seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi sekaligus komitmen bersama dalam mewujudkan pemilih pemula yang berintegritas. (Annas/Humas)

Penulis: Annas

Editor: Ivone