Bawaslu Kota Probolinggo Bekali Kader Demokrasi Pemahaman Pengawasan Pemilu
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) – Bawaslu Kota Probolinggo turut memberikan penguatan pemahaman demokrasi dan kepemiluan dalam kegiatan “Kader Demokrasi Pelopor Masa Depan” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut menjadi sarana pendalaman pengetahuan mengenai demokrasi, penyelenggaraan pemilu, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, Sonhadji. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penguatan kapasitas Kader Demokrasi bertepatan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila. Semangat Pancasila diharapkan terus tertanam dalam diri para Kader Demokrasi agar mampu menjadi pelopor sekaligus teladan bagi generasi muda, khususnya pemilih pemula.
Dalam kegiatan tersebut, Putut Gunawarman Fitrianta dari Bawaslu Kota Probolinggo menyampaikan materi mengenai sejarah dan perkembangan pengawasan pemilu. Peserta diajak memahami perjalanan pemilu di Indonesia sejak Pemilu 1955 hingga era reformasi, sekaligus perkembangan kelembagaan pengawas pemilu yang terus diperkuat dari waktu ke waktu.
Sementara itu, Johan Dwi Angga dari Bawaslu Kota Probolinggo memberikan pemahaman mengenai tugas dan kewenangan lembaga penyelenggara pemilu. Dalam materi tersebut dijelaskan pembagian peran antara KPU, Bawaslu, dan DKPP. Bawaslu memiliki fungsi pengawasan terhadap seluruh tahapan pemilu, termasuk melakukan pencegahan dan penindakan pelanggaran serta menangani sengketa proses sesuai kewenangannya.
Materi mengenai pondasi demokrasi dan kelembagaan KPU disampaikan oleh Radfan Faisal dari KPU Kota Probolinggo. Kegiatan menekankan bahwa demokrasi Indonesia berlandaskan prinsip kedaulatan rakyat dan pemilu menjadi salah satu instrumen penting dalam pelaksanaan kedaulatan tersebut. Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Melalui kegiatan ini, para Kader Demokrasi memperoleh pemahaman bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Sinergi antara KPU, Bawaslu, DKPP, peserta pemilu, pemerintah, media, dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, transparan, jujur, dan adil.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB tersebut berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Melalui pembekalan ini, Kader Demokrasi diharapkan dapat turut menyebarluaskan pemahaman demokrasi dan kepemiluan serta mendorong partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kualitas demokrasi. (Ivone/Humas)
Penulis: Ivone