Lompat ke isi utama

Berita

Putut Sosialisasikan Pentingnya Validitas Data Pemilih dan Literasi Demokrasi

Putut Gunawarman Fitrianta (baju putih) sebagai narasumber turut memberikan sosilalisasi pengawasan pemutakhiran data pemiih berkelanjutan pada Reses III Anggota DPRD Imam Hanafi Fraksi PDIP di Kantor DPC PDIP Kota Probolinggo, Rabu (6/7)

Putut Gunawarman Fitrianta (baju putih) sebagai narasumber turut memberikan sosilalisasi pengawasan pemutakhiran data pemiih berkelanjutan pada Reses III Anggota DPRD Imam Hanafi Fraksi PDIP di Kantor DPC PDIP Kota Probolinggo, Rabu (6/7)

Kota Probolinggo — (Bawaslu Kota Probolinggo) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Probolinggo turut menghadiri masa sidang reses III anggota DPRD Kota Probolinggo yang digelar oleh Imam Hanafi dari Fraksi PDI Perjuangan pada Rabu (6/8/2025). Acara tersebut berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Jalan Brantas, Pilang, Kademangan. 

Reses III Imam Hanafi

Bawaslu Kota Probolinggo diwakili oleh salah satu anggotanya, Putut Gunawarman Fitrianta, yang menyampaikan pentingnya sosialisasi nilai-nilai demokrasi pasca-pesta demokrasi. 

"Kami telah melakukan kunjungan ke berbagai partai politik untuk koordinasi dan kolaborasi, terutama terkait Pendataan Pemilih Berkelanjutan (PDPB) setelah Pilkada," ujar Putut, yang juga menjabat sebagai Komisioner Bawaslu Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas. 

Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki kewajiban melakukan pendataan pemilih berkelanjutan yang diawasi oleh Bawaslu. Untuk memastikan akurasi data, Bawaslu secara rutin melakukan uji petik dan verifikasi data KPU. 

"Masyarakat dapat melaporkan perubahan data kependudukan melalui RT/RW, KPU, atau langsung ke Bawaslu. Kami dari Bawaslu nantinya akan merekomendasikan perubahan data hasil uji petik maupun laporan warga ke KPU. Validitas data pemilih di Kota Probolinggo adalah tanggung jawab bersama," tegas Putut. 

Selain pendataan pemilih, Bawaslu juga menyoroti tantangan demokrasi di tengah maraknya informasi digital. 

"Kita harus bijak menyaring berita. Hanya informasi yang valid dan faktual yang seharusnya disebar, bukan hoax yang dapat merusak demokrasi," imbuhnya. 

Sementara itu, Imam Hanafi, anggota DPRD Kota Probolinggo, menekankan pentingnya pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

"Sebagai kader partai, saya berkewajiban merawat Pancasila dengan menerapkannya dalam kebijakan dan interaksi sosial. Harapan saya, masyarakat dapat aktif memberikan masukan untuk pembangunan Kota Probolinggo ke depan," ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Kegiatan reses ini menjadi sarana komunikasi antara legislatif, pengawas pemilu, dan masyarakat. Bawaslu berkomitmen memastikan proses demokrasi berjalan transparan, sementara DPRD mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan. 

Dengan sinergi antara pemangku kepentingan dan masyarakat, Kota Probolinggo diharapkan dapat menjaga integritas pemilu sekaligus menguatkan nilai-nilai demokrasi di tengah arus informasi yang kian dinamis. (Ivone/Humas)

Penulis: Ivone