Program Kader Demokrasi Pelajar di Kota Probolinggo Jadi Pelopor Pendidikan Politik di Indonesia
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Probolinggo (Bakesbangpol) bersama Bawaslu Kota Probolinggo dan KPU Kota Probolinggo terus mendorong penguatan pendidikan politik bagi generasi muda melalui program Kader Demokrasi yang melibatkan pelajar tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Probolinggo. Penguatan yang dimaksud dalam Fasilitasi Pendidikan Politik dan Etika Budaya Politik tentang Penguatan Kader Demokrasi Kota Probolinggo Tahun 2026, di Aula Kantor Bakesbangpol, Selasa (10/3).
Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, Son Hadji, menjelaskan bahwa pembentukan Kader Demokrasi diawali dengan kegiatan sosialisasi pendidikan politik pada tahun 2025. Dari kegiatan tersebut kemudian terbentuk kader-kader demokrasi yang merupakan perwakilan dari berbagai sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Kota Probolinggo.
“Pembentukan kader demokrasi ini merupakan keputusan Wali Kota yang dituangkan dalam Surat Keputusan (SK). Setelah terbentuk, para kader diberikan penguatan materi agar dapat memahami demokrasi serta mampu menjalankan berbagai program bersama KPU dan Bawaslu,” jelasnya.
Ia menambahkan, para kader demokrasi juga didorong untuk membuat berbagai kegiatan kreatif seperti pembuatan video atau bentuk kampanye lainnya yang berkaitan dengan nilai-nilai demokrasi. Selain itu, pengalaman organisasi di sekolah seperti OSIS dinilai dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk memahami proses pemilihan secara lebih nyata.
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kota Probolinggo, Aries Rahmanto, menyampaikan bahwa kegiatan penguatan pada hari ini bertujuan untuk memperjelas visi, misi, serta program kerja kader demokrasi yang disampaikan di hadapan Wali Kota.
Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Ade Nurwahyudi, menegaskan bahwa Bawaslu berperan sebagai pembina dalam program ini. Bawaslu juga melakukan pendampingan agar para kader demokrasi memiliki bekal yang cukup ketika nantinya terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan demokrasi.
“Materi yang diberikan diharapkan bisa menjadi bekal bagi adik-adik dalam menjalankan aktivitas berdemokrasi, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi tanya jawab yang melibatkan beberapa peserta, di antaranya Davina dari SMKN 1 Kota Probolinggo, Marcelino P dari SMKN 2 Kota Probolinggo, serta Dita dari SMA Negeri 2 Kota Probolinggo.
Dalam kesempatan ini, Mat Rosit Anggota KPU Kota Probolinggo menyampaikan bahwa program Kader Demokrasi di Kota Probolinggo merupakan satu-satunya di Indonesia dan menjadi pelopor pembentukan kader demokrasi dari kalangan pelajar.
“Program ini dipelopori di Kota Probolinggo dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Bahkan tidak menutup kemungkinan adik-adik kader demokrasi ini nantinya menjadi utusan ke tingkat Jawa Timur,” katanya.
Ia juga berharap para guru pendamping dapat terus mendampingi kegiatan kader demokrasi di sekolah masing-masing.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin yang hadir untuk membuka secara resmi kegiatan hari ini menyampaikan bahwa pembentukan Kader Demokrasi merupakan kebanggaan sekaligus langkah strategis dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini.
Menurutnya, keberadaan kader demokrasi dari berbagai sekolah akan mempermudah kerja penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu dalam melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula.
“Forum ini harus menjadi ruang komunikasi antar perwakilan atau duta dari setiap sekolah. Mereka bisa saling berdiskusi dan bertukar gagasan, misalnya melalui grup whatsapp untuk komunikasi, sehingga dapat mempersiapkan diri menghadapi pesta demokrasi pada tahun 2029,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap generasi muda dapat memahami nilai-nilai demokrasi sejak dini dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi, sekaligus menjadi jembatan komunikasi dalam kegiatan sosialisasi kepemiluan di lingkungan sekolah dan masyarakat. (Ivone/Humas)