Misi Besar Bawaslu-PCNU Kota Probolinggo: Jaga Marwah Demokrasi dari Meja Koordinasi
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Probolinggo melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo pada Sabtu (14/2/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam mengawal nilai-nilai demokrasi serta mempersiapkan tahapan pemilu mendatang.
Acara dibuka oleh Muhammad Ilman Anggota Lakpesdam PCNU dan disambut hangat oleh Wakil Ketua Lakpesdam PCNU, Ahmad Fais. Dalam sambutannya Fais menegaskan bahwa PCNU melalui Lakpesdam sangat terbuka bagi elemen mana pun demi kemajuan Kota Probolinggo.
"NU mengurus segala hal, bahkan urusan jamaah dari lahir hingga meninggal dunia pun menjadi perhatian kami. Terkait demokrasi, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi," ujarnya.
Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif NU pada Pemilu 2024 lalu. Ia mengingatkan bahwa meski saat ini berada di masa non-tahapan, persiapan untuk pemilu berikutnya diperkirakan akan dimulai pada pertengahan 2027.
"Kami diperintahkan oleh Bawaslu RI untuk intens melakukan koordinasi dengan OKP dan Ormas. Kedepan, pada tahun 2029, kami sangat membutuhkan kader-kader dari NU untuk ikut serta menjadi penyelenggara pemilu," ungkap Johan.
Johan juga menyoroti hasil pengawasan coklit data pemilih (PDPB) yang masih menemukan banyak data ganda. Temuan ini telah disampaikan kepada Asisten Pemerintah Kota Probolinggo sebagai bahan evaluasi.
Dalam kesempatan yang sama Anggota Bawaslu, Putut Gunawarman Fitrianta, memaparkan program unggulan berupa "Kader Demokrasi". Program yang saat ini SK-nya sedang diproses di Bagian Hukum Pemerintah Kota Probolinggo ini merupakan satu-satunya inovasi di Jawa Timur yang melibatkan Penyelenggara Pemilu yaitu KPU dan Bawaslu serta Bakesbangpol sebagai leading sector.
Lebih lanjut, Putut menaruh perhatian khusus pada pemilih pemula. Menurut Putut, generasi muda saat ini rentan terpapar konten negatif seperti hedonisme hingga propaganda LGBT melalui media digital.
"Anak-anak kita harus dibekali informasi tentang cara berbangsa dan bernegara yang baik. Mereka harus tahu bagaimana memilih pemimpin secara bertanggung jawab sebelum terjun pada Pemilu 2029 nanti," jelas Putut.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kota Probolinggo Ade Nurwahyudi berharap adanya kerja sama konkret antara Bawaslu dan Lakpesdam dalam bentuk pelatihan kader untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi hingga ke akar rumput.
Ketua Lapeksdam, Moch. Ansori, menyambut baik ajakan kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa NU memiliki infrastruktur yang luas melalui pengajian dan perkumpulan rutin untuk mengedukasi masyarakat.
"Menjadi tanggung jawab bersama antara Bawaslu dan NU untuk memberikan pemahaman kepada pemilih pemula. Tantangan besar kita di Kota Probolinggo adalah masih maraknya money politic (politik uang) yang mengikis nilai kejujuran dan keadilan (jurdil)," tegasnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan rencana Bawaslu untuk melanjutkan silaturahmi maraton kepada organisasi otonom di bawah naungan NU, seperti Fatayat dan Muslimat, guna memperluas jangkauan pengawasan partisipatif. (Ivone/Humas)
Sumber: Uswatun
Penulis: Ivone