Lompat ke isi utama

Berita

Memasuki Triwulan III, Bakesbangpol Kota Probolinggo Kembali Adakan Monitoring dan Evaluasi Data Pemilih Berkelanjutan 2025

Duduk Bersama, Putut Gunawarman Fitrianta, Sonhadji, dan Vikky Hamzah (dari kanan ke kiri) dalam Monitoring Evaluasi Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III Tahun 2025 di Aula Bakesbangpol pada Selasa (12/8)

Duduk Bersama, Putut Gunawarman Fitrianta, Sonhadji, dan Vikky Hamzah (dari kanan ke kiri) dalam Monitoring Evaluasi Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III Tahun 2025 di Aula Bakesbangpol pada Selasa (12/8)

Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo)— Bawaslu Kota Probolinggo hadiri giat koordinasi rutinan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo yang bertajuk “Monitoring Dan Evaluasi Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2025” melalui audiensi antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan para camat serta lurah se-Kota Probolinggo. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Bakesbangpol Kota Probolinggo pada Selasa, (12/8).

Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, Sonhaji, menegaskan bahwa meskipun Pemilu baru akan digelar pada 2029, persiapan sudah harus dilakukan sejak dini. 

“Mulai dari pendataan warga yang akan berusia 17 tahun, perpindahan domisili, hingga pendataan warga yang meninggal dunia harus kita kerjakan bersama. Untuk itu, saya berharap dukungan penuh dari seluruh camat dan lurah di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Anggota KPU Kota Probolinggo, Vikky Hamzah, memaparkan bahwa pleno triwulan II telah dilaksanakan pada bulan Juni 2025, dan saat ini telah memasuki tahapan triwulan III yang berlangsung pada Juli–September 2025. Ia menjelaskan bahwa proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) kini menggunakan dua pendekatan. 

“Dulu KPU yang aktif mencari data, sekarang masyarakat juga harus aktif melaporkan. Data yang komprehensif, akurat, dan termutakhir menjadi kunci kualitas pemilu,” jelasnya.

Vikky juga mengungkap sejumlah tantangan pada triwulan II, antara lain bukti dukung yang tidak memenuhi syarat, kesulitan memperoleh Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI, ketidaksinkronan data antara Kemendagri dan BPS, minimnya partisipasi publik, serta sosialisasi Pendaftaran Pemilih Berkelanjutan (PPDB) yang belum maksimal.

Monitoring PDPB Triwulan III Bakesbangpol

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Putut Gunawarman Fitrianta, menyampaikan hasil uji petik yang telah dilakukan. Ia mengajak para lurah untuk ikut mendukung kelancaran proses pendataan dan memastikan keamanan data pemilih. 

“Kami berkomitmen menjaga kerahasiaan dan keamanan seluruh data yang masuk,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan validitas data pemilih jelang Pemilu 2029. Sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan akurasi serta kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Kota Probolinggo. (Ivone/Humas)

Penulis: Ivone

Narasumber: Meli