Lompat ke isi utama

Berita

Kick Off Penguatan Kelembagaan Lewat 8 Bidang Strategis Bawaslu se-Jawa Timur telah Resmi

Ketua Bawaslu Provinsi Jatim A. Warits berikan sambutan pada penguatan kelembagaan bagi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jatim di Surabaya pada Selasa (19/8)

Ketua Bawaslu Provinsi Jatim A. Warits berikan sambutan pada penguatan kelembagaan bagi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jatim di Surabaya pada Selasa (19/8)

Kota Surabaya – (Bawaslu Kota Probolinggo) - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Timur menguatkan kelembagaan melalui kegiatan tatap muka daring dan luring yang diikuti Ketua beserta Anggota Bawaslu tingkat kabupaten/kota se-Jatim, di Vasa Hotel Surabaya, (19/8).

Anggota Bawaslu Totok Hariyono secara resmi mengukuhkan giat ini lewat pemukulan gong dalam kegiatan Kick Off Penguatan Kelembagaan dengan tema “Meneguhkan Eksistensi, Membangun Sinergi, Menuju Pemilu Berkeadilan dan Berkeadaban”.

Bawaslu Kota Probolinggo diwakili Ketua dan Anggota hadiri Kick Off Penguatan Kelembagaan. Johan Dwi Angga Ketua Bawaslu Kota Probolinggo beserta Anggota yakni Putut Gunawarman Fitrianta dan Ade Nurwahyudi sebagi peserta dalam kegiatan tersebut.

kick off kelembagaan

Penguatan kelembagaan berfokus pada 8 bidang strategis. Antara lain, akuntabilitas keuangan, pelayanan Informasi hukum dan PPID, hubungan dan eksistensi kelembagaan, pengolahan data, literasi demokrasi, penataan tata kelola internal, modernisasi birokrasi, dan peningkatan kinerja kelembagaan. 

Setiap bidang dikerjakan dengan pendekatan koordinator wilayah (koorwil). Masing-masing koorwil akan bertanggung jawab dalam mengembangkan satu kabupaten/kota sebagai proyek percontohan. Di mana dari 8 kabupaten/kota yang diajadikan sebagai pilot project diharapkan mampu menyebarluaskan ke kabupaten/kota lainnya. 

Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits, menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh analisis mendalam dan refleksi panjang terkait tantangan yang dihadapi di lapangan. Ia menyebutkan, kendala seperti terbatasnya kapasitas verifikasi keuangan, ego sektoral yang menghambat prinsip kolektif-kolegial, serta persepsi publik yang belum sepenuhnya menganggap Bawaslu sebagai aktor utama penjaga demokrasi, tetap menjadi perhatian utama.

Lebih dalam, pria asal Sumenep ini mengungkapkan bahwa penguatan kelembagaan sebagai upaya yang sungguh-sungguh untuk meneguhkan eksistensi, membangun sinergi demi pemilu yang semakin berkeadilan dan semakin berkeadaban.

”Penguatan kelembagaan adalah investasi jangka panjang, bukan soal menambah kegiatan, tetapi menata ulang cara kita bekerja, berkoordinasi, mengambil keputusan, hingga membangun kepercayaan publik. Kita ingin menjadikan kelembagaan ini tidak hanya kokoh dalam struktur, tapi juga berdaya dalam kultur dengan nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan kolektivitas yang hidup dalam praktik sehari-hari,” ungkapnya 

Warits berharap, penguatan kelembagaan ini dapat menjadi momentum perubahan nyata dalam tata cara kerja, koordinasi, dan kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat. Kehadiran para peserta dalam acara ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan komitmen bersama untuk menciptakan proses pemilu yang lebih adil dan beradab.

Sebagai informasi,  dalam Kick Off penguatan kelembagaan ini dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR RI, Forkopimda Jawa Timur, Bawaslu Kabupaten/Kota, pegiat pemilu, akademisi, organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan. (Ivone/Humas)

kick off kelembagaan (Ketua)

Penulis: Ivone