Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Probolinggo Dorong Penguatan Sinergi Antarinstansi dalam Rekapitulasi PDPB Triwulan II Tahun 2026

Bawaslu Kota Probolinggo Hadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 pada Kamis (2/7/2026) di Aula KPU Kota Probolinggo

Bawaslu Kota Probolinggo Hadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 pada Kamis (2/7/2026) di Aula KPU Kota Probolinggo

Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor KPU Kota Probolinggo tersebut dihadiri oleh Bawaslu Kota Probolinggo, Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Rapat pleno diawali dengan pembacaan tata tertib oleh Ketua KPU Kota Probolinggo, Radfan Faisal, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Berita Acara Rekapitulasi PDPB oleh Anggota KPU Kota Probolinggo, Vicky Hamzah. Berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah pemilih di Kota Probolinggo per 2 Juli 2026 tercatat sebanyak 181.156 pemilih, terdiri atas 88.750 pemilih laki-laki dan 92.406 pemilih perempuan yang tersebar di 5 kecamatan dan 29 kelurahan.

Dalam pemaparannya, KPU menjelaskan bahwa Kecamatan Mayangan menjadi wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni 46.832 pemilih, sedangkan Kecamatan Wonoasih menjadi wilayah dengan jumlah pemilih paling sedikit, yaitu 26.407 pemilih. KPU juga memaparkan perkembangan jumlah pemilih dari DPT Pilkada Tahun 2024 hingga PDPB Triwulan II Tahun 2026 yang menunjukkan adanya penurunan jumlah pemilih dibandingkan Triwulan I Tahun 2026.

Data rekapitulasi menunjukkan terdapat 1.674 pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), yang didominasi oleh pemilih nonaktif sebanyak 1.562 orang, sementara jumlah pemilih baru tercatat 78 orang, yang terdiri atas pemilih pindah masuk dan pemilih potensial baru.

Pada sesi tanggapan, berbagai instansi memberikan masukan guna meningkatkan kualitas data pemilih. Kodim 0820 Probolinggo menyoroti validasi data anggota TNI yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih, Polres Probolinggo Kota menyampaikan dukungan melalui penyampaian data anggota Polri yang telah pensiun, sedangkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengusulkan penguatan koordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait sinkronisasi data kematian agar data kependudukan dan data pemilih semakin akurat.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Dwi Angga, mengapresiasi sinergi seluruh instansi dalam mendukung pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menjaga kualitas daftar pemilih.

"Penurunan jumlah pemilih pada Triwulan II Tahun 2026 perlu menjadi perhatian bersama. Sinergi antarinstansi harus terus diperkuat agar data pemilih semakin akurat, termasuk dengan melibatkan Kementerian Agama pada pelaksanaan PDPB berikutnya," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Putut Gunawarman Fitrianta, menegaskan bahwa pengawasan terhadap PDPB tidak hanya dilakukan melalui rapat pleno, tetapi juga melalui uji petik dan penyampaian saran perbaikan kepada KPU secara berkala.

Menurut Putut, berkurangnya jumlah pemilih bukan disebabkan oleh penurunan jumlah penduduk, melainkan hasil pencermatan terhadap data pemilih nonaktif yang memang sudah tidak memenuhi syarat untuk tetap tercantum dalam daftar pemilih. Ia juga mendorong keterlibatan partai politik dalam proses PDPB sebagai upaya bersama meminimalkan potensi sengketa hasil pemilihan yang kerap berkaitan dengan data pemilih.

Selain itu, Bawaslu mengimbau masyarakat, termasuk anggota TNI dan Polri yang telah memasuki masa purnatugas, untuk memanfaatkan layanan pengecekan DPT Online guna memastikan statusnya sebagai pemilih.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, KPU Kota Probolinggo menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk berencana mengundang BPJS, Dinas Kesehatan, serta Kementerian Agama pada pelaksanaan PDPB Triwulan III Tahun 2026 guna meningkatkan kualitas pemutakhiran data pemilih.

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Rekapitulasi oleh Ketua dan Anggota KPU Kota Probolinggo pada pukul 11.38 WIB, dan secara resmi ditutup pada pukul 11.48 WIB. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mewujudkan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai fondasi penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. (Alfian/Humas)

Penulis: Alfian

Editor: Ivone