Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Probolinggo–‘Aisyiyah Siapkan Kolaborasi Besar untuk Edukasi Kepemiluan dan Pengawasan Partisipatif

Ketua beserta Anggota Bawaslu Kota Probolinggo silahturahmi dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah  pada Senin, (2/2)

Ketua beserta Anggota Bawaslu Kota Probolinggo silahturahmi dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah  pada Senin, (2/2)

Kota Probolinggo — (Bawaslu Kota Probolinggo) - Bawaslu Kota Probolinggo melakukan kunjungan ke Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Probolinggo sebagai langkah awal penjajakan kerja sama formal dalam penguatan demokrasi di masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di kantor Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi awal, memperkuat kemitraan, dan membuka ruang kolaborasi dalam berbagai program strategis ke depan pada Senin, (2/2).

Kunjungan ini diarahkan untuk mempersiapkan rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), khususnya terkait peningkatan partisipasi masyarakat, edukasi kepemiluan, serta pengembangan pengawasan partisipatif. Dalam suasana pertemuan yang hangat dan produktif, kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai potensi kolaborasi yang dapat diperkuat melalui program berkelanjutan.

Indah Nurhidayati, Pimpinan Majelis Tabligh dan Lembaga Hukum dan HAM Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Probolinggo, menyampaikan pandangannya terkait fenomena politik uang yang masih terjadi di masyarakat.
“Pada hari H, saat keliling ke TPS, fenomena money politic itu jelas adanya, terutama menyasar masyarakat ekonomi rendah. Salah satu cara menghapus itu adalah melalui pembinaan rohani, menumbuhkan rasa takut kepada Allah, serta memberikan pendidikan kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa sadar dan peduli bahwa praktik money politic adalah perbuatan yang haram,” ujarnya.

Sementara itu, Irizza Elmila dari Majelis Pembinaan Kader menjelaskan mengenai program JIREM (Jihad Remaja Muhammadiyah) yang telah berjalan kurang lebih 10 tahun. Ia memberikan ruang bagi Bawaslu apabila ingin hadir memberikan edukasi kepemiluan.

“Jika Bawaslu ingin hadir melakukan sosialisasi ke JIREM, dipersilakan. Saat ini, respon sebagian Gen Z terhadap pemimpin sering kali hanya berdasarkan rupa, harta, dan kedudukan. Yang paling berbahaya adalah sikap apatis, yaitu ketidakpedulian terhadap masa depan,” tegasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi kerja sama yang lebih strategis antara Bawaslu Kota Probolinggo dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, khususnya dalam memperkuat pendidikan politik dan membangun masyarakat yang lebih sadar demokrasi. Dalam agenda berikutnya, Bawaslu Kota Probolinggo akan hadir dalam kegiatan JIREM untuk memberikan sosialisasi pendidikan politik. (Ivone/Humas)

Penulis: Ivone