Putut: “Money Politic Merupakan Titik Puncak Kerawanan Pemilu yang Perlu Diwaspadai"
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Probolinggo menggelar sosialisasi dengan sasaran guru di Madrasah Ibtidaiyah Nu (MINU) Hidayatul Ula pada hari ini, Selasa (18/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pemilu.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Probolinggo menyampaikan informasi tentang pentingnya data pemilih yang akurat dan proses pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu. "Data pemilih memiliki konsekuensi kesuksesan pemilu, sehingga kita perlu memastikan bahwa data pemilih akurat dan up-to-date," ujar Putut Gunawarman Fitrianta, Anggota Bawaslu Kota Probolinggo.
Bawaslu juga menyampaikan informasi tentang sistem pemisahan pemilu nasional dan regional, yaitu Pilpres, DPR RI, dan DPD pada tahun 2029 dan pemilihan gubernur, walikota, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota pada tahun 2031. "Kita wajib memberi perhatian pada proses pemilu dan memastikan bahwa proses tersebut berjalan dengan transparan dan akuntabel," tambah Putut.
Dalam sesi diskusi, peserta sosialisasi menyampaikan beberapa pertanyaan dan kritik terkait dengan proses pemilu, seperti money politic dan isu syarat ijazah anggota dewan. Bawaslu menjawab bahwa money politic merupakan salah satu titik kerawanan pemilu dan Bawaslu telah memproses beberapa kasus money politic. "Kita memproses dan menganalisis kasus money politic dengan serius dan telah menindaklanjuti beberapa kasus ke Gakkumdu," ujar Putut.
Bawaslu juga menjelaskan bahwa syarat ijazah anggota dewan tidak hanya S1 karena ada perbedaan kualitas pendidikan antar pulau di Indonesia. "Kita perlu memastikan bahwa warga di luar Pulau Jawa yang berijazah sarjana itu minim jumlahnya, memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin," tambah Putut.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami proses pemilu dan peran Bawaslu dalam mengawasi proses tersebut. Bawaslu juga berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam proses pemilu dan melaporkan setiap pelanggaran yang terjadi. (Ivone/Humas)
Penulis: Ivone