Melalui Diskusi Bersama Ansor, Bawaslu Kota Probolinggo Perkuat Budaya Pengawasan Partisipatif
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) - Bawaslu Kota Probolinggo menyampaikan sosialisasi tentang nilai-nilai demokrasi dalam rangka Penguatan Pengawasan Partisipatif Masyarakat Menuju Pemilu yang Berintegritas di sela-sela kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh LBH PC Ansor Kota Probolinggo pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Warkop Giras Khas Kulonan, Jalan Lumajang Nomor 63, Kota Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan LBH PC Ansor Kota Probolinggo, PAC Ansor Wonoasih, MWC NU Wonoasih, serta Banser Kecamatan Wonoasih.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Putut Gunawarman Fitrianta, menyampaikan bahwa kader Ansor memiliki pengalaman dan keterlibatan yang sangat besar dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Menurutnya, hampir seluruh unsur Ansor terlibat secara aktif, baik sebagai penyelenggara pemilu, tim sukses, maupun sebagai pemilih.
“Pada Pemilu 2024 tidak ada dari Sahabat Ansor yang tidak ikut berpartisipasi. Semuanya berpartisipasi, mulai dari menjadi penyelenggara, timses sampai dengan pemilih. Pada Pemilu 2029 sahabat-sahabat harus benar-benar memiliki prinsip untuk dapat melacak dan menilai calon pemimpin yang sesuai dengan kriteria pemimpin yang berintegritas, memiliki kapasitas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tegas Putut.
Putut juga menginformasikan bahwa meskipun saat ini berada pada masa non-tahapan pemilu, Bawaslu Kota Probolinggo tetap aktif melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan demokrasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain berupa forum warga, sosialisasi demokrasi, serta Forum Demokrasi yang melibatkan perwakilan SMA, SMK, dan MA di Kota Probolinggo.
“Meskipun Bawaslu terkena dampak efisiensi anggaran, Bawaslu tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang demokrasi kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi maupun forum warga,” ungkap Putut.
Menambahkan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Ade Nurwahyudi, menyampaikan bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUUXXII/2024 akan terdapat pemisahan antara Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal.
“Menanggapi keputusan MK tersebut, perlu dilakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan pengawasan Pemilu 2024 mumpung saat ini masih berada pada masa non-tahapan. Oleh karena itu, kami ingin melibatkan sahabat-sahabat Ansor di Kota Probolinggo untuk berdiskusi dan berkonsolidasi guna memberikan masukan-masukan yang positif dalam rangka mengawal pelaksanaan pemilu yang akan datang,” ujar Ade.
Sementara itu, Ketua PAC Ansor Wonoasih, Mukhtar Ali, menyambut baik kehadiran Bawaslu Kota Probolinggo dan mengapresiasi kesediaan Bawaslu untuk mengisi sosialisasi di sela-sela kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh Ansor.
“Kami menyambut baik serta berterima kasih atas kedatangan Bawaslu Kota Probolinggo untuk menyampaikan sosialisasi. Kegiatan-kegiatan diskusi seperti ini perlu dirawat dan dilaksanakan secara berkelanjutan selama memberikan dampak positif bagi sahabat-sahabat Ansor. Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan pada masa yang akan datang,” ujar Ali.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Bawaslu Kota Probolinggo dan Ansor Kota Probolinggo dalam memperkuat pendidikan demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun budaya pengawasan partisipatif di lingkungan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas, demokratis, dan berkualitas pada masa yang akan datang. (Fajar/Humas)
Penulis: Fajar
Editor: Ivone