Gandeng PMII, Bawaslu Kota Probolinggo Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemuda dalam Demokrasi Lokal
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo menggelar diskusi panel bertajuk "Menakar Integritas Demokrasi Lokal: Peran Pemuda dan Pengawasan Pemilu" di Aula KPU Kota Probolinggo, Selasa (23/12/2025). Forum ini menyasar pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Probolinggo Raya guna memperkuat integritas pengawasan pemilu.
Anggota KPU Kota Probolinggo, Viki Hamzah, dalam sambutannya berharap kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pemuda untuk terjun aktif dalam dinamika demokrasi. Di sela sambutan, Viki juga menyampaikan empati mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di Sumatera serta mengajak aktivis untuk lebih peka terhadap isu kerusakan lingkungan.
"Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor yang kritis dalam menjaga jalannya demokrasi dan kelestarian lingkungan di sekitar kita," ujar Viki.
Ketua PC PMII Probolinggo mengapresiasi langkah KPU yang memfasilitasi forum literasi demokrasi ini. Menurutnya, diskusi ini sekaligus menjadi landasan penting bagi pembahasan pra-Musyawarah Pimpinan Cabang (Pra-Muspimcab) yang akan datang.
"Kami sedang mengevaluasi relevansi regulasi yang ada selama beberapa dekade terakhir. Apakah masih sesuai dengan tantangan zaman saat ini? Itulah mengapa komitmen peserta hari ini sangat krusial," tegasnya.
Diskusi yang dipandu oleh moderator Fauzan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Ade Nurwahyudi dari Bawaslu Kota Probolinggo dan Ilmiyah dari KPU Kota Probolinggo.
Ade Nurwahyudi menekankan bahwa keterlibatan pemuda bukan sekadar angka partisipasi, melainkan fungsi kontrol sosial. Ia menantang para aktivis untuk mengambil peran lebih besar, baik sebagai penyelenggara ad-hoc maupun relawan demokrasi.
"Keterlibatan aktif pemuda adalah kunci integritas proses pemilu. Kami butuh idealisme mahasiswa untuk memastikan pilkada dan pemilu berjalan sesuai relnya," kata Ade.
Senada dengan Ade, Ilmiyah mendorong para kader PMII untuk membiasakan diri dalam kompetisi yang sehat, mulai dari skala organisasi internal hingga panggung politik daerah. Menurutnya, pengalaman berorganisasi adalah modal utama untuk menjaga demokrasi lokal di masa depan.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak kader pengawas partisipatif yang siap mengawal kualitas demokrasi di Kota Probolinggo agar tetap jujur, adil, dan berintegritas. (Ahmad/Humas)
Penulis: Ahmad
Editor: Ivone