Bawaslu Kota Probolinggo Edukasi Pelajar tentang Netralitas ASN melalui Forum Democraft
|
Kota Probolinggo – (Bawaslu Kota Probolinggo) - Bawaslu Kota Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Diskusi Bawaslu Kota Probolinggo bersama Forum Democraft Siswa SMA/SMK/SLTA Sederajat Kota Probolinggo dengan tema "Netralitas ASN sebagai Upaya Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu" yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 52 peserta ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Anggota Bawaslu Kota Probolinggo Ade Nurwahyudi, Anggota KPU Kota Probolinggo Dr. Ilmiyah, S.Sos., M.Si., Dhanny Nurdian Pratomo, S.T. dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, serta dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Moh. Sonhadji.
Dalam sambutannya, Moh. Sonhadji menegaskan bahwa Program Kader Demokrasi (Forum Democraft) merupakan langkah nyata untuk membentuk generasi muda yang memahami demokrasi dan kepemiluan. Menurutnya, sinergi antara Bakesbangpol, KPU, dan Bawaslu Kota Probolinggo menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran politik generasi muda agar mampu berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
"Program Kader Demokrasi atau Forum Democraft bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan upaya nyata untuk membentuk generasi muda yang memahami demokrasi dan kepemiluan. Kami berharap para pelajar dapat menjadi warga negara yang kritis, peduli, dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Kota Probolinggo."ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan materi "Demokrasi Berwawasan Lingkungan dan Edukasi Pemilahan Sampah" yang disampaikan oleh Dhanny Nurdian Pratomo. Peserta diajak memahami bahwa partisipasi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui Pemilu, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan. Materi tersebut membahas pentingnya pengelolaan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pemanfaatan Bank Sampah sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Selanjutnya, Anggota KPU Kota Probolinggo, Dr. Ilmiyah, menyampaikan materi "Literasi Pemilu dan Partai Politik". Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi pemilu, hak dan kewajiban sebagai pemilih, proses pendaftaran dan verifikasi partai politik, serta penggunaan Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL). Materi ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami proses demokrasi sekaligus menangkal penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks.
Pada sesi terakhir, Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Ade Nurwahyudi, memaparkan materi mengenai "Netralitas ASN, TNI, dan Polri dalam Pemilu dan Pemilihan". Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa aparatur negara wajib menjaga sikap netral dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada peserta pemilu agar seluruh tahapan pemilu berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.
"Netralitas ASN, TNI, dan Polri merupakan salah satu kunci terciptanya Pemilu yang jujur dan adil. Masyarakat, termasuk para pelajar, juga memiliki peran penting dalam pengawasan partisipatif dengan melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran netralitas sesuai ketentuan yang berlaku." jelasnya.
Ade Nurwahyudi juga memberikan contoh profesi yang termasuk ASN, seperti guru, kepala sekolah, lurah, camat, hingga pegawai pemerintah daerah, sehingga peserta lebih mudah memahami siapa saja yang memiliki kewajiban menjaga netralitas. Ia mengibaratkan ASN, TNI, dan Polri sebagai seorang wasit dalam pertandingan olahraga yang harus bersikap adil kepada seluruh peserta tanpa memihak salah satu pihak.
Selain itu, peserta diajak untuk berperan aktif dalam pengawasan partisipatif. Masyarakat, termasuk kalangan pelajar, diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya dan berani menyampaikan informasi kepada Bawaslu apabila menemukan dugaan pelanggaran netralitas ASN, TNI, maupun Polri sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, setiap sesi materi diakhiri dengan pelaksanaan post-test, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Menutup kegiatan, Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Moh. Sonhadji menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, guru pendamping, dan peserta. Ia berharap ilmu yang diperoleh melalui Forum Democraft dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk menjadi generasi muda yang peduli terhadap demokrasi, kritis dalam menerima informasi, serta aktif berpartisipasi dalam menjaga kualitas Pemilu. Sinergi antara Bakesbangpol, KPU, dan Bawaslu Kota Probolinggo juga diharapkan terus berlanjut demi memperkuat pendidikan politik yang berkelanjutan bagi generasi muda. (Ivone/Humas)
Sumber: Resi
Penulis: Ivone